Kamis, 04 Oktober 2012

PEMBELAJARAN MENYIMAK CERITA RAKYAT ANAK USIA SD KELAS 5 DAN 6


MATERI PEMBELAJARAN MENYIMAK CERITA RAKYAT
Dasar Pemilihan Materi Pembelajaran Menyimak Cerita Rakyat
            Menurut Piaget dalam (Desmita, 2011: 104) Anak usia Sekolah Dasar (SD) sudah memiliki kemapuan untuk berpikir melalui urutan sebab-akibat dan mengenali banyaknya cara yang bisa ditempuh dalam menghadapi permasalahan yang dialaminya. Struktur kognitif mereka pun semakin berkembang seiring dengan makin tingginya jenjang pendidikan yang mereka tempuh. Namun, dengan struktur kognitif yang semain berkembang jika dilihat dari sisi usia, anak usia SD masih menyukai hal-hal yang berbau imajinasi atau khayalan. Berangkat dari pemikiran ini, materi menyimak sebuah cerita (cerita rakyat) dapat  diturutsertakan ke dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena dalam cerita rakyat siswa SD dapat turut memikirkan hubungan sebab-akibat dalam sebuah cerita yang mengandung banak unsur imajinasi.
            Bahan pembelajaran menyimak cerita rakyat ini haruslah dilandasi kriteria valid, bermanfaat, menarik, dan sesuai dengan tingkat kematangan intelektual siswa. Valid mengandung arti bahwa bahan itu dapat digunakan sebagai alat ukur tingkat pencapaian tujuan.  Apabila tujuannya dimaksudkan untuk memperoleh pengalaman, maka bahan yang diajarkan lebih menekankan pada faktor penikmatan dibandingkan pengetahuan.
            Bahan yang diajarkan pun harus memiliki nilai manfaat bagi siswa.  Artinya, dari bahan tersebut siswa dapat mengambil sisi positif berupa pengalaman, pengetahuan, dan pembelajaran hidup yang terkandung dalam cerita rakyat.  Agar hal ini dapat tercapai, maka bahan (cerita rakyat) yang disampaikan haruslah menarik perhatian siswa.  Cerita rakyat yang disajikan adalah cerita yang sesuai dengan usia siswaSD kelas 5 dan 6 (berkisar 10-11 tahun), pengetahuan dan perkembangan kejiwaan, memancing munculnya daya tanggap, daya imajinasi, daya pikir dan daya rasa mereka.  Bahan cerita pun hendaknya berada dalam batas intelektual siswa.  Artinya, cerita yang disajikan tidak begitu rumit (kompleks) namun tidak juga terlalu ringan mengingat pada usia ini tahun tingkat kognitif siswa sudah mulai tinggi.

Materi Pembelajaran Menyimak Cerita Rakyat
            Apabila dikelompokkan, maka materi pembelajaran menyimak yang berupa cerita dapat dibagi ke dalam beberapa jenis sebagai berikut.  Pertama, materi cerita berdasarkan great books atau bahan yang diambil dari cerita-cerita rakyat yang dianggap menonjol atau terkenal. Misalnya seperti cerita Malin Kundang, Tangkuban Perahu dan lain sebagainya.  Kedua, materi cerita berdasarkan daerah tempat Sekolah Dasar itu berdiri.  Apabila Sekolah Dasar itu berada di daerah Jawa (katakan saja Banyuwangi), maka cerita yang disajikan adalah Asal-usul Banyuwangi.  Ketiga, materi cerita berdasarkan tema.  Tema dapat dipilih sesuai dengan situasi dan kondisi saat itu.  Misalnya saja saat itu sedang dalam bulan Desember, maka cerita rakyat yang disajikan bisa saja berasal dari tema hari ibu.

PROSES PEMBELAJARAN MENYIMAK CERITA RAKYAT
            Pembelajaran menyimak cerita rakyat memerlukan proses mulai dari menyiapkan metode, strategi dan langkah-langkahnya.  Hal ini sangat penting karena masing-masingnya dapat menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Metode Pembelajaran Menyimak Cerita Rakyat
            Ada dua metode yang dapat dilakukan dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat yakni metode langsung dan metode tidak langsung. Metode langsung yang dimaksud adalah siswa diajak langsung berhadapan dengan sebuah cerita rakyat dengan harapan mereka dapat mengakrabi, merespon dan menghayati isi cerita.  Sedangkan metode tidak langsung dilakukan dengan memberikan kegiatan-kegiatan yang menunjang.  Dalam kegiatan penunjang, maka cerita rakyat tidak disajiakan secara langsung atau pembelajaran tidak terfokus pada menyimak cerita rakyat saja.  Cerita bisa disajikan di sela-sela pembelajaran lain sebagai intermeso.


Strategi Pembelajaran Menyimak Cerita Rakyat
            Strategi pembelajaran diperlukan untuk memperoleh hasil yang efektif dan efisien dalam menyimak cerita rakyat.  Adapun strategi yang dapat digunakan adalah sebagai berikut: mendengarkan atau menyimak, identifikasi, tanya jawab atau diskusi dan tugas.
Langkah-Langkah Menyimak Cerita Rakyat
            Guru berperan penting dalam menyusun langkah-langkah pembelajaran menyimak cerita rakyat demi tercapainya tujuan belajar.  Oleh karena itu, langkah-lagkah pembelajaran yang dipilih hendaknya tidak begitu menyulitkan siswa sehingga siswa mudah menangkap pokok permasalhan yang ada dalam cerita. Langkah-langkah yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut. Pertama, guru dapat memberikan introduksi untuk mencairkan suasana dan membuat hubungan antara siswa dengan guru menjadi lebih akrab sehingga siswa memperoleh kesan nyaman ketika nanti akan disuguhkan materi cerita. Misalnya saja guru menanyakan “Apa kabar?”, “Bagaimana keadaan kalian, sudah lelah ya?” dan lain sebagainya.  Lalu guru mulai menggiring siswa ke arah materi dengan memperkenalkannya seperti,”Nah kalau kalian sudah lelah, saya punya sebuah cerita menarik yang akan mengusir rasa lelah kalian”.  Sedikit kata-kata persuasi dapat menarik minat siswa untuk mulai menyimak materi.
            Kedua, setelah siswa setuju dan mulai penasaran dengan cerita apa yang akan disajikan guru, maka guru dapat memulai menyajikan ceritanya.              Ketiga, setelah cerita usai siswa diajak untuk tanya jawab atau diskusi sekitar isi cerita mulai dari  siapa saja  dan sifat-sifat tokohnya, latar cerita, amanat apa yang terkandung dalam isi cerita dan tanggapan-tanggapan siswa mengenai isi cerita. Keempat, guru menyimpulkan hasil diskusi dan memberikan alasan-alasan mengapa materi ini diberikan kepada siswa.

MEDIA/ALAT PERAGA PEMBELAJARAN MENYIMAK CERITA RAKYAT
            Media atau alat peraga dapat menunjang tercapainya tujuan pembelajaran menyimak cerita rakyat.  Ada beberapa media yang dapat digunakan saat menyajikan cerita.  Guru dapat secara langsung bercerita dengan memperagakan gerakan-gerakan tokoh yang diceritakan dengan sekali-sekali menyuguhkan humor anak-anak agar siswa tidak bosan.  Guru dapat pula menggunakan media gambar-gambar runtutan peristiwa yang ada dalam cerita untuk membangun imajinasi siswa. Selain itu, media penyampaian yang lebih mudah adalah dengan menayangkan keseluruhan cerita secara utuh melalui LCD dengan dukungan sound system. Biasanya banyak sekali beredar video-video kartun yang berisi cerita-cerita rakyat.

EVALUASI PEMBELAJARAN MEYIMAK CERITA RAKYAT
            Evaluasi diperlukan untuk mengukur sejauh mana tingkat pemahaman siswa dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat. Cara evaluasi yang dapat diapakai adalah dengan memberikan tugas.  Guru dapat kembali menyajikan sebuah cerita rakyat yang berbeda dari sebelumnya untuk disimak oleh siswa.  Setelah cerita selesai, siswa diberi tugas untuk mengidentifikasi tokoh beserta sifat-sifatnya, latar cerita dan amanat yang terkandung di dalamnya.  Tugas yang diberikan dapan berupa tulisan mapupun secara lisan. Secara tulisan, maksudnya siswa menuliskan hasil identifikasi yang diperoleh dari cerita.  Sedangkan secara lisan berarti siswa dapat menceritakan kembali isi cerita di depan kelas.

DAFTAR PUSTAKA
Desmita, 2011. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar